HP Mendorong Transisi ke New Style of IT

HP Mendorong Transisi ke New Style of IT

Periode tahun 2010 – 2011 merupakan masa-masa sulit bagi Hewlett-Packard (HP). Resesi global sekaligus problematika internal membuat kinerja bisnis mereka terguncang. Terjadi pergantian CEO sampai dua kali dalam jangka waktu satu tahun, diakhiri dengan penunjukan Meg Whitman yang memegang posisi tersebut hingga saat ini.

Akan tetapi, bukan HP namanya jika tidak sanggup bangkit dari krisis. Di bawah komando Whitman, HP meniti langkah pasti untuk memulihkan kondisi dan kembali menjadi perusahaan teknologi terdepan di industri. Inilah yang dipamerkan HP dalam acara HP Asia Pacific & Japan (APJ) Media Summit 2014 yang diadakan di Mumbai, India, awal Juli lalu.

The Machine

Upaya HP untuk kembali ke puncak kejayaan dibekali dengan inovasi tiada henti dari divisi litbang mereka yang dinamakan HP Labs. Pasalnya, inovasi adalah hal yang membuat suatu perusahaan tidak pernah mati. Selama ini, HP Labs selalu melahirkan inovasi penting di bidang teknologi, seperti lampu LED, printer laser dan inkjet, chip RISC, dan arsitektur 64-bit.

Saat ini, inovasi mutakhir yang sedang digodok di HP Labs adalah The Machine, sebuah mesin komputasi yang bisa menggantikan peran data center di masa depan. Konsep ini pertama kali diumumkan HP di bulan Juni lalu.

The Machine akan menggabungkan seluruh komponen dan arsitektur yang dikembangkan di masa kini dan masa depan. Misalnya prosesor custom (dirancang sesuai tujuan penggunaan mesin), photon (untuk jalur komunikasi antarkomponen menggantikan tembaga), dan. memristor (resistor yang juga bisa menyimpan informasi). HP juga mengembangkan Machine OS, sistem operasi open source yang akan berjalan di mesin ini.

Prosesor custom sudah direalisasikan HP lewat lini produk Moonshot, software-defined server pertama di dunia yang bisa dirancang spesifik sesuai kebutuhan pengguna. Server ini menggunakan prosesor rendah daya dan dikemas dalam chassis yang ringkas. Moonshot menjanjikan 89% penghematan energi, 80% penghematan ruang, 77% hemat biaya, dan 97% lebih sederhana dibandingkan server tradisional.

Untuk komponen lainnya, HP menargetkan untuk merilis memristor siap pakai di tahun 2016, Machine OS di tahun 2018, dan The Machine secara utuh pada 2019. Banyak pengamat menyatakan, bila The Machine benar-benar terwujud, HP akan melakukan sesuatu yang revolusioner di industri komputasi. Bisa memproduksi memristor saja sebetulnya sudah dianggap sebagai hal fenomenal karena memristor bakal menghapus hierarki memori yang ada saat ini (HDD/Flash, DRAM, dan SRAM).

New Style of IT

Tidak hanya HP yang ingin melakukan inovasi untuk tetap bertahan dalam persaingan bisnis. HP juga mengajak perusahaan di seluruh dunia untuk berinovasi dengan divisi TI-nya. Alasannya jelas, di dalam persaingan yang semakin ketat, TI dapat membantu kelancaran bisnis dan bahkan menjadi faktor keunggulan kompetitif.

“Perusahaan membutuhkan kecepatan inovasi, akselerasi layanan, meningkatkan fleksibilitas, mengelola risiko, serta melakukan lebih banyak hal dengan sumber daya lebih sedikit. Kebutuhan inilah yang mendorong perusahaan untuk bertransisi dari TI konvensional ke TI modern yang kami namakan New Style of IT,” ungkap Bruce Dahlgren (Senior VP, Enterprise Services, HP APJ).

Secara garis besar, New Style of IT yang disebut Dahlgren sebenarnya meliputi empat bidang yang sudah cukup dikenal dalam tiga tahun terakhir. Keempat bidang itu adalah cloud, big data, mobility, dan security.

Selain karena tuntutan bisnis, perusahaan modern diajak untuk mengadopsi New Style of IT karena peran CIO yang terus berubah. Dahulu, levelnya hanya sekelas IT manager, kemudian naik kelas menjadi information officer yang mesti men-deploy dan mengelola sistem TI. Kini, seorang CIO diposisikan setara atau satu level di bawah CEO/CFO. Ia berperan sebagai pemimpin yang menjadikan TI sebagai business enabler. Segala hal teknis seharusnya sudah dijalankan secara otomatis sehingga ia bisa berfokus pada inovasi teknologi.

“Anggaran CIO masa kini masih lebih banyak (60%) dihabiskan untuk mengelola dan mengoptimalkan sistem. Idealnya, porsi pengeluaran lebih besar untuk inovasi dan transformasi sistem, dengan biaya operasional cukup 35% atau maksimal 50% saja,” Dahlgren menunjukkan.

Kolaborasi dengan IDC

Masalah yang kerap ditemui adalah perusahaan ingin melakukan transformasi TI, tapi bingung harus memulai dari mana. Untuk itu, HP mengumumkan layanan konsultasi HP Advisory Service untuk membantu perusahaan dan pemerintahan di Asia Pasifik dan Jepang untuk menyesuaikan diri dengan New Style of IT.

HP Advisory Service merupakan kolaborasi antara HP dan lembaga riset IDC. Layanan ini mencakup pemeriksaan dan evaluasi kondisi TI perusahaan, benchmarking dengan perusahaan lainnya, dan panduan strategi transformasi oleh IDC. Sementara itu, HP mendukung dari sisi implementasi teknis.

“HP Advisory Service menyediakan solusi tercepat untuk New Style of IT. Dengan memanfaatkan keahlian kami, para pakar dan konsultan HP siap membantu organisasi dalam mengembangkan dan melaksanakan strategi transformasi TI untuk memberikan dampak bisnis yang nyata,” pungkas Dahlgren.

Tim Marketing

  •   081294750312
  •   087788685504
  •   087773882633
  •   081381694343
  •   085100663084
  •   08128887394
  •   08159224545
  •   081213952030

Layanan Service Hardware

  • 08128887394
  • 081315259959
  • 021-37555585/0812-88755585
  • 081311106036

Top sellers

Follow us on Facebook